Besok, Bawaslu Kota Cimahi Gelar Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P)
|
Cimahi, Jawa Barat - Bawaslu Kota Cimahi akan menyelenggarakan Program Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) pada Selasa (21/7/2026) di Kantor Bawaslu Kota Cimahi. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB ini menjadi bagian dari upaya Bawaslu memperkuat keterlibatan masyarakat dalam mengawal proses demokrasi melalui pengawasan partisipatif.
Sebanyak 20 peserta akan mengikuti program tersebut. Mereka berasal dari berbagai unsur masyarakat, di antaranya mahasiswa, organisasi perempuan, organisasi kepemudaan, serta penyandang disabilitas. Keberagaman peserta diharapkan dapat memperluas jangkauan gerakan pengawasan partisipatif sekaligus mendorong lahirnya agen-agen pengawasan di berbagai komunitas.
Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kota Cimahi, Akhmad Yasin Nugraha, menjelaskan bahwa Pendidikan Pengawas Partisipatif merupakan program yang dirancang Bawaslu untuk membekali masyarakat dengan pengetahuan dan keterampilan mengenai kepemiluan serta pemilihan. Melalui program ini, peserta diharapkan mampu mengambil peran aktif dalam mengawasi setiap tahapan penyelenggaraan pemilu maupun pemilihan.
"Pengawasan pemilu tidak hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat. Melalui Pendidikan Pengawas Partisipatif, kami ingin mencetak masyarakat yang memahami regulasi, memiliki kemampuan teknis, serta mampu menjadi penggerak pengawasan di lingkungan masing-masing," ujar Akhmad Yasin Nugraha.
Selama satu hari pelaksanaan, peserta akan mendapatkan materi yang disampaikan langsung oleh seluruh pimpinan Bawaslu Kota Cimahi. Kurikulum yang disiapkan mencakup teknis pencegahan pelanggaran dan sengketa proses pemilu, teknis pelaporan dugaan pelanggaran pemilu, teknis permohonan penyelesaian sengketa proses pemilu, teknis pengembangan gerakan pengawasan partisipatif, teknis penguatan jaringan dan pemberdayaan komunitas, serta teknis pengawasan partisipatif berbasis digital.
Program ini juga dirancang untuk menjawab tantangan pengawasan pemilu yang semakin dinamis, termasuk pemanfaatan teknologi informasi dalam mendukung pengawasan dan pelaporan dugaan pelanggaran secara cepat, tepat, dan akuntabel.
Rencananya, kegiatan akan dibuka secara resmi oleh Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Barat, Zacky Muhammad Zam Zam. Kehadiran Ketua Bawaslu Jawa Barat diharapkan dapat memberikan motivasi sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam membangun budaya pengawasan partisipatif di tengah masyarakat.
Melalui pelaksanaan Pendidikan Pengawas Partisipatif, Bawaslu Kota Cimahi menargetkan tercapainya dua sasaran utama. Dalam jangka pendek, peserta diharapkan memiliki kecakapan konseptual dan kemampuan teknis sebagai penggerak komunitas pengawasan partisipatif.
Sementara dalam jangka panjang, program ini diharapkan mampu melahirkan model pengawasan pemilu yang berkelanjutan, memperkuat jejaring masyarakat sipil, serta berkontribu
Penulis: Gunawan Kusmantoro
Foto: Ilustrasi
Editor: Akhmad Yasin Nugraha