Lompat ke isi utama

Berita

Ketua Bawaslu Kota Cimahi Minta Jajaran Perbanyak Simulasi Penanganan Pelanggaran Agar Siap Hadapi Pemilu 2029

apel pagi juli 2026

Ketua Bawaslu Kota Cimahi Fathir Rizkia Latif foto bersama staf usai melaksanakan apel pagi di halaman kantor Bawaslu Kota Cimahi, Senin (20/7/2026).

Cimahi, Jawa Barat - Ketua Bawaslu Kota Cimahi Fathir Rizkia Latif meminta seluruh jajaran pengawas pemilu untuk terus memperkuat kompetensi dan kapasitas kelembagaan sebagai bekal menghadapi Pemilu tahun 2029 mendatang. Menurutnya, kesiapan pengawas harus dibangun sejak dini melalui peningkatan kemampuan teknis yang dilakukan secara berkelanjutan.

"Kita tidak bisa menunggu tahapan Pemilu dimulai untuk mempersiapkan diri. Kompetensi harus terus diasah mulai sekarang melalui berbagai simulasi dan latihan agar seluruh jajaran siap menghadapi setiap dinamika dan persoalan yang muncul pada tahapan Pemilu 2029," ujar Fathir saat menjadi pembina apel pagi di halaman Kantor Bawaslu Kota Cimahi, Senin (20/7/2026).

Dalam arahannya pada apel yang diikuti seluruh staf Bawaslu Kota Cimahi, Fathir menekankan bahwa peningkatan kompetensi tidak hanya dilakukan melalui pembelajaran regulasi, tetapi juga melalui praktik langsung yang menggambarkan kondisi riil di lapangan.

Ia mendorong seluruh jajaran untuk secara berkala melaksanakan simulasi penanganan pelanggaran Pemilu, simulasi pelaporan dugaan pelanggaran, hingga simulasi penyelesaian sengketa proses Pemilu. Melalui latihan tersebut, setiap personel diharapkan semakin memahami mekanisme kerja, mampu mengambil keputusan secara tepat, serta siap menjalankan tugas pengawasan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Selain mendorong peningkatan kompetensi, Fathir juga mengingatkan pentingnya menjaga kualitas data sebagai bagian dari pengawasan berkelanjutan. Ia meminta seluruh jajaran untuk secara konsisten memperbarui data strategis, seperti data pemilih berkelanjutan dan data partai politik berkelanjutan, sehingga informasi yang dimiliki Bawaslu selalu akurat dan dapat menjadi dasar dalam melaksanakan fungsi pencegahan maupun pengawasan.

"Data yang kita miliki harus selalu diperbarui dan diverifikasi secara berkala. Data pemilih maupun data partai politik merupakan instrumen penting dalam pengawasan. Ketika data akurat dan mutakhir, maka langkah pencegahan dan pengawasan yang kita lakukan juga akan lebih tepat sasaran," tegas Fathir.

Ia menambahkan bahwa pengawasan Pemilu tidak hanya dilakukan saat tahapan berlangsung, tetapi juga pada masa non-tahapan melalui penguatan kapasitas kelembagaan dan pemutakhiran data secara berkelanjutan. 

Dengan langkah tersebut, Bawaslu Kota Cimahi berharap seluruh jajaran memiliki kesiapan optimal untuk mengawal setiap tahapan Pemilu secara profesional, berintegritas, dan akuntabel.***

Penulis: Gunawan Kusmantoro

Foto: Nur

Editor: Fathir Rizkia Latif

Tag
Bawaslu Kota Cimahi, kompetensi, simulasi, penanganan pelanggaran, Pemilu 2029, kualitas data