Lompat ke isi utama

Berita

Puadi Minta Peserta Debat Penegakan Hukum Pemilu Kedepankan Ekstemporan

PUADI KOMPETISI DEBAT

Anggota Bawaslu Puadi saat menutup kegiatan Debat Penegakan Hukum Pemilu Regional di Jakarta, Senin malam, (24/8/2026).

Jakarta - Anggota Bawaslu Puadi meminta peserta Debat Penegakan Hukum Pemilu mengurangi ketergantungan pada pembacaan teks dan lebih mengedepankan metode ekstemporan. Menurutnya, penguasaan data, pemahaman substansi, serta alur berpikir yang logis menjadi hal penting agar dinamika debat tetap hidup dan mampu melahirkan gagasan maupun solusi baru.

“Supaya perdebatan berjalan dengan menarik, melahirkan solusi atau gagasan terbaru. Jangan terlalu tekstual,” kata Puadi saat menutup kegiatan Debat Penegakan Hukum Pemilu Regional di Jakarta, Senin malam (24/8/2026).

Puadi mengatakan, peserta perlu membangun argumentasi berdasarkan pemahaman terhadap substansi yang diperdebatkan. Menurutnya, kemampuan menyampaikan gagasan secara spontan dengan tetap didukung data dan argumentasi yang kuat akan membuat jalannya debat lebih dinamis dan substantif.

Selain aspek kompetisi, Puadi menilai kegiatan tersebut juga memiliki pesan moral penting bagi seluruh peserta. Bagi tim yang berhasil meraih kemenangan, hasil tersebut diharapkan tidak menjadi alasan untuk cepat berpuas diri. Sebaliknya, kemenangan harus dipandang sebagai tanggung jawab intelektual untuk terus meningkatkan kapasitas dan memberikan kontribusi bagi demokrasi.

“Bagi peserta yang belum berhasil, pengalaman ini diimbau untuk tidak dipandang sebagai kekalahan mutlak, melainkan sebagai proses evaluasi dan peningkatan kapasitas diri,” tuturnya.

Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data dan Informasi Bawaslu tersebut menambahkan, pelaksanaan debat antarmahasiswa dari berbagai universitas dan perguruan tinggi menjadi bagian dari upaya memperkuat peran akademisi dan mahasiswa sebagai agen literasi serta perubahan dalam kehidupan demokrasi.

“Bawaslu menyadari tidak dapat bekerja sendirian dalam mengawal pemilu, sehingga sinergi erat dengan perguruan tinggi menjadi kunci utama untuk menjaga integritas demokrasi di Indonesia,” ungkapnya.

Puadi juga menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta yang mengikuti rangkaian debat dari seluruh wilayah Indonesia, baik Regional Barat, Regional Tengah, maupun Regional Timur. Apresiasi turut diberikan kepada jajaran panitia yang telah bekerja keras sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan lancar.

Pada kesempatan yang sama, Pelaksana Tugas Kepala Biro Fasilitasi Penanganan Pelanggaran Pemilu Maria Amelia Sinaga mengimbau perguruan tinggi yang berhasil lolos ke tahapan berikutnya untuk segera mempersiapkan diri secara maksimal.

Persiapan tersebut, kata Maria, tidak hanya mencakup penguasaan substansi dan strategi debat, tetapi juga kondisi fisik serta kesehatan peserta. Dengan persiapan yang matang, para peserta diharapkan mampu memberikan penampilan terbaik dan menjaga kualitas kompetisi pada tahapan selanjutnya.***

Penulis: Gunawan Kusmantoro

Foto: Dok. Bawaslu RI

Sumber: Bawaslu RI

Tag
Bawaslu, Puadi, Kompetisi Debat, Penegakan Hukum Pemilu, ekstemporan, solusi