Lompat ke isi utama

Berita

Ketua Bawaslu Jabar Dorong Peserta P2P Jadi Garda Terdepan Pengawasan Partisipatif Pemilu 2029

KETUA BAWASLU JABAR

Ketua Bawaslu Jabar Zacky Muhammad Zam Zam menyematkan tanda peserta sebagai tanda dimulainya kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif yang diselenggarakan Bawaslu Kota Cimahi, Selasa (21/7/2026).

Cimahi, Jawa Barat - Ketua Bawaslu Jabar Zacky Muhammad Zam Zam berharap peserta Program Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) dapat menjadi mata dan telinga Bawaslu dalam memperkuat pengawasan partisipatif pada Pemilu 2029.

Melalui program tersebut, peserta diharapkan tidak hanya memahami kepemiluan, tetapi juga mampu menjadi representasi pemilih yang cerdas, kritis, dan rasional dalam mengawal setiap tahapan penyelenggaraan Pemilu.

"Kami berharap peserta P2P tidak berhenti sebagai peserta pelatihan, tetapi menjadi mata dan telinga Bawaslu di tengah masyarakat. Jadilah agen pengawasan partisipatif yang mampu mengawal setiap tahapan Pemilu, mengedukasi masyarakat, serta ikut menjaga kualitas demokrasi menuju Pemilu 2029 yang lebih berintegritas," ujar Zacky saat memberikan arahan dalam kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) yang diselenggarakan Bawaslu Kota Cimahi, Selasa (21/7/2026).

Menurut Zacky, tantangan pengawasan Pemilu ke depan akan semakin kompleks, terutama dengan berkembangnya teknologi informasi dan masifnya penggunaan media digital. Ia menilai bentuk-bentuk pelanggaran pada Pemilu 2029 diperkirakan akan banyak bergeser ke ruang digital, mulai dari media sosial hingga berbagai platform internet.

Oleh karena itu, peserta P2P perlu dibekali kemampuan untuk mengidentifikasi berbagai potensi pelanggaran, termasuk penyebaran informasi yang menyesatkan, kampanye yang melanggar ketentuan, hingga bentuk-bentuk pelanggaran lainnya yang terjadi di ruang digital.

Ia menjelaskan, keterbatasan sumber daya manusia yang dimiliki Bawaslu menjadikan pengawasan partisipatif sebagai salah satu strategi penting dalam memperluas jangkauan pengawasan. Kehadiran masyarakat yang memiliki pemahaman kepemiluan akan membantu memastikan setiap tahapan Pemilu berjalan sesuai dengan prinsip demokrasi yang jujur, adil, dan berintegritas. Karena itu, peserta P2P diharapkan dapat menjadi mitra Bawaslu dalam melakukan pengawasan sekaligus menyampaikan informasi apabila menemukan dugaan pelanggaran di lapangan maupun di ruang digital.

Selain mendorong keterlibatan dalam pengawasan partisipatif, Zacky juga membuka peluang bagi para peserta untuk bergabung sebagai penyelenggara Pemilu di masa mendatang. Ia menyampaikan Bawaslu memberikan kesempatan kepada peserta P2P untuk menjadi bagian dari jajaran pengawas Pemilu, mulai dari Pengawas Desa/Kelurahan (PKD), Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam), hingga pengawas di tingkat kabupaten/kota.

Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi kesempatan berharga bagi masyarakat yang ingin berkontribusi langsung dalam menjaga kualitas demokrasi. Zacky pun membagikan pengalamannya yang memulai perjalanan sebagai pengawas Pemilu dari tingkat desa/kelurahan hingga menjadi Ketua Bawaslu Jabar.

"Bawaslu selalu membuka ruang bagi peserta P2P untuk terlibat sebagai penyelenggara Pemilu. Saya sendiri memulai pengabdian sebagai pengawas dari tingkat desa/kelurahan. Karena itu, jangan ragu untuk mengambil peran dan berkontribusi menjaga demokrasi dari level paling dekat dengan masyarakat," kata Zacky. 

Menurutnya, pengalaman menjadi pengawas di berbagai tingkatan akan menjadi bekal berharga bagi siapa pun yang ingin mengabdikan diri dalam menjaga integritas penyelenggaraan Pemilu.

Program Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) yang diselenggarakan Bawaslu Kota Cimahi diikuti 20 peserta yang berasal dari berbagai latar belakang, di antaranya mahasiswa, organisasi kepemudaan, serta organisasi perempuan. Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kota Cimahi berharap lahir semakin banyak kader pengawas partisipatif yang memiliki kepedulian terhadap proses demokrasi, mampu mengedukasi masyarakat, serta aktif mengawal penyelenggaraan Pemilu 2029 sehingga dapat berlangsung lebih berkualitas, demokratis, dan berintegritas.***

Penulis: Gunawan Kusmantoro

Foto: M. Assadillah

Editor: Akhmad Yasin Nugraha

Tag
Bawaslu Jabar, Bawaslu Kota Cimahi, Zacky Muhammad Zam Zam, P2P, Pemilu 2029, pengawasan digital, pengawasan partisipatif