Lompat ke isi utama

Berita

Fathir Rizkia Latif: Pendidikan Pengawas Partisipatif Lahirkan Agen Perubahan dan Mitra Strategis Bawaslu

FATHIR P2P

Ketua Bawaslu Kota Cimahi Fathir Rizkia Latif saat menyematkan tanda peserta Program Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) yang dilaksanakan Bawaslu Kota Cimahi, Selasa (21/7/2026).

Cimahi, Jawa Barat - Ketua Bawaslu Kota Cimahi Fathir Rizkia Latif menegaskan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) menjadi langkah strategis dalam memperkuat pengawasan Pemilu berbasis masyarakat sekaligus menyiapkan generasi muda sebagai agen perubahan demokrasi.

Melalui program tersebut, Bawaslu Kota Cimahi berharap lahir kader-kader pengawas partisipatif yang mampu menjadi mitra dalam mengawal seluruh tahapan Pemilu dan Pemilihan secara berintegritas. Mayoritas peserta P2P merupakan mahasiswa aktif yang dinilai memiliki potensi besar untuk menyebarluaskan nilai-nilai demokrasi, pengawasan, dan partisipasi di lingkungan akademik maupun masyarakat.

"Saya merasa bangga, bahagia, dan bersyukur bisa bertemu langsung dengan para peserta P2P. Sudah cukup lama kegiatan pengawasan partisipatif tidak dilaksanakan secara luring. Saya sendiri merupakan kader pengawasan partisipatif pada tahun 2018 yang diselenggarakan Bawaslu Kota Bandung. Pengalaman tersebut menjadi bekal berharga yang membentuk komitmen saya dalam mengawal demokrasi hingga hari ini," kata  Fathir saat memberi sambutan pada pembukaan kegiatan P2P di kantor Bawaslu Kota Cimahi, Selasa (21/7/2026).

Menurut Fathir, pengalaman sebagai kader pengawasan partisipatif membuktikan bahwa pendidikan semacam ini mampu melahirkan generasi pengawas demokrasi yang memiliki integritas, dedikasi, dan kepedulian tinggi terhadap kualitas penyelenggaraan Pemilu.

Karena itu, penyelenggaraan P2P tidak hanya menjadi ruang pembelajaran, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang untuk memperkuat pengawasan partisipatif di Kota Cimahi. Kehadiran mahasiswa sebagai peserta diharapkan mampu memperluas jejaring pengawasan dan meningkatkan kesadaran publik terhadap pentingnya menjaga proses demokrasi yang jujur, adil, dan transparan.

"Harapan kami, seluruh peserta mengikuti setiap rangkaian pendidikan ini dengan sungguh-sungguh. Saya percaya P2P dapat melahirkan mitra strategis Bawaslu yang siap mengawal setiap tahapan Pemilu dan Pemilihan. Sebagai mahasiswa, kalian memiliki peran penting sebagai agen perubahan yang mampu mengedukasi masyarakat sekaligus menjadi mata dan telinga Bawaslu dalam pengawasan partisipatif," tegas Fathir.

Ia menambahkan, pengawasan partisipatif merupakan salah satu pilar penting dalam menjaga integritas Pemilu. Keterlibatan masyarakat, khususnya generasi muda, akan memperkuat upaya pencegahan terhadap potensi pelanggaran sekaligus mendorong terciptanya budaya demokrasi yang sehat.

Melalui P2P, Bawaslu Kota Cimahi berharap semakin banyak masyarakat yang memiliki pemahaman mengenai kepemiluan serta berani berperan aktif dalam mengawasi setiap tahapan Pemilu demi terwujudnya proses demokrasi yang berkualitas, berkeadilan, dan berintegritas.***

Penulis: Gunawan Kusmantoro

Foto: Moh. Assadilah

Editor: Fathir Rizkia Latif

Tag
Bawaslu Kota Cimahi, Fathir Rizkia Latif, P2P, mahasiswa, agen perubahan, mitra strategis, pengawasan partisipatif, Pemilu