Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Cimahi Hadiri Journalist Charity, Walikota Ngatiyana Minta Media Tak Ikut Sebarkan Hoaks

journalist charuty

Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kota Cimahi Akhmad Yasin Nugraha (baju dan peci hitam) hadiri kegiatan Journalist Charity di Aula Kodim 0609 Cimahi, Kamis (22/10/2026).

Cimahi, Jawa Barat – Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kota Cimahi, Akhmad Yasin Nugraha, menghadiri kegiatan Journalist Charity yang diselenggarakan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Jajaran Wartawan Indonesia (JWI) Kota Cimahi di Aula Kodim 0609 Kota Cimahi, Kamis (22/10/2026). Kegiatan tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus memperkuat kolaborasi antara insan pers, pemerintah daerah, dan berbagai unsur masyarakat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wali Kota Cimahi Ngatiyana. Dalam sambutannya, Ngatiyana mengapresiasi pelaksanaan Journalist Charity yang diinisiasi oleh jurnalis senior Bubun Munawar. Menurutnya, konsep kegiatan yang mengedepankan nilai amal dan kepedulian sosial menunjukkan bahwa insan pers tidak hanya memiliki peran dalam menyampaikan informasi, tetapi juga dapat berkontribusi secara langsung bagi masyarakat.

Ngatiyana mengatakan Pemerintah Kota Cimahi mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai bentuk kolaborasi dengan media. Ia berharap media dapat terus menjalankan fungsi kontrol terhadap kebijakan pemerintah dengan menyampaikan kritik dan masukan secara konstruktif.

“Bagi Pemerintah Kota Cimahi, kritik dan masukan dari media yang disampaikan secara objektif, profesional, dan berdasarkan fakta adalah bahan evaluasi agar penyelenggaraan pemerintahan berjalan dengan baik, transparan, dan responsif,” kata Ngatiyana.

Menurutnya, kemitraan antara pemerintah dan media perlu dibangun dengan tetap menjaga independensi masing-masing pihak. Media memiliki ruang untuk memberikan kritik terhadap kebijakan pemerintah, sementara pemerintah berkewajiban membuka ruang komunikasi dan menerima masukan sebagai bagian dari upaya memperbaiki kualitas pelayanan publik.

Ngatiyana juga mengingatkan insan pers agar mengedepankan fakta, independensi, dan data yang telah terverifikasi dalam setiap informasi yang disajikan kepada masyarakat. Hal tersebut dinilai penting di tengah derasnya arus informasi melalui media digital dan media sosial.

Ia meminta media tidak turut menyebarluaskan informasi palsu maupun berita yang dapat menyesatkan masyarakat. Menurutnya, akurasi dan verifikasi informasi menjadi bagian penting dari tanggung jawab jurnalistik karena pemberitaan memiliki pengaruh terhadap pemahaman dan sikap masyarakat.

“Saya berharap media tetap mengedepankan fakta, independensi, dan data yang terverifikasi dalam setiap pemberitaan. Jangan sampai media justru menjadi bagian dari penyebaran hoaks atau informasi yang menyesatkan masyarakat. Setiap informasi harus melalui proses verifikasi agar masyarakat mendapatkan berita yang benar dan dapat dipercaya," ujarnya.

Sementara itu, kehadiran Bawaslu Kota Cimahi dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan kelembagaan dengan insan pers. Media memiliki peran strategis dalam membantu menyebarluaskan informasi kepemiluan sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu.

Kolaborasi antara penyelenggara pemilu, pemerintah, dan media diharapkan dapat terus terjalin melalui penyampaian informasi yang akurat, edukatif, dan berimbang sehingga masyarakat memperoleh informasi yang dapat dipercaya.***

Penulis: Gunawan Kusmantoro

Foto: Putra Idamba

Editor: Akhmad Yasin Nugraha

Tag
Bawaslu Kota Cimahi, Walikota Cimahi, JWI, media, kontrol, hoaks