Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Cimahi Dorong Sinergi Media Perkuat Demokrasi pada Masa Non Tahapan Pemilu

AJMII

Koordinator Divisi Pencegahan, Parmas, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kota Cimahi Akhmad Yasin Nugraha saat menjadi narasumber Diskusi Jurnalistik yang diselenggarakan AJMII di kantor Kecamatan Cimahi Tengah, Senin (29/6/2026)

Cimahi, Jawa Barat - Bawaslu Kota Cimahi menegaskan pentingnya memperkuat kolaborasi dengan insan media sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas demokrasi, tidak hanya saat tahapan Pemilu berlangsung, tetapi juga pada masa non tahapan Pemilu. Sinergi tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun kesadaran publik, meningkatkan literasi kepemiluan, serta memperkuat pengawasan partisipatif di tengah masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kota Cimahi, Akhmad Yasin Nugraha, saat menjadi narasumber pada Diskusi Jurnalistik yang diselenggarakan Aliansi Jurnalis Media Independen Indonesia (AJMII) di Aula Kecamatan Cimahi Tengah, Senin (29/6/2026). Kegiatan tersebut dihadiri para jurnalis dari berbagai media di Kota Cimahi sebagai ruang diskusi mengenai peran pers dalam memperkuat demokrasi dan pembangunan daerah.

"Media memiliki posisi strategis sebagai jembatan informasi antara penyelenggara Pemilu dan masyarakat. Di masa non tahapan seperti sekarang, peran media justru semakin penting untuk membangun literasi demokrasi, menyebarluaskan edukasi kepemiluan, serta mendorong partisipasi publik agar budaya pengawasan tidak hanya hadir saat Pemilu, tetapi menjadi kesadaran bersama yang berkelanjutan," ujar Yasin.

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh insan media di Kota Cimahi yang selama ini telah menjadi mitra strategis Bawaslu dalam menyampaikan informasi kepemiluan kepada masyarakat. Menurutnya, pemberitaan yang akurat, berimbang, dan edukatif telah memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan pemahaman publik terhadap proses demokrasi sekaligus mendukung terciptanya pengawasan partisipatif.

"Meskipun saat ini belum memasuki tahapan Pemilu, Bawaslu tetap menjalankan berbagai fungsi kelembagaan, seperti penguatan kapasitas internal, pendidikan politik kepada masyarakat, pengawasan pemutakhiran data pemilih berkelanjutan, pengawasan pemutakhiran data partai politik secara berkelanjutan, serta pengembangan jejaring pengawasan partisipatif. Dalam seluruh kegiatan tersebut, media memiliki peran penting sebagai mitra untuk menyebarluaskan informasi yang benar dan menangkal disinformasi yang berpotensi mengganggu kualitas demokrasi," lanjut Yasin.

Menurut Akhmad Yasin, demokrasi yang sehat tidak hanya ditentukan oleh penyelenggaraan Pemilu yang berjalan baik, tetapi juga oleh konsistensi seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga nilai-nilai demokrasi di luar tahapan Pemilu. Karena itu, kolaborasi antara Bawaslu, media, pemerintah, organisasi masyarakat, dan berbagai elemen lainnya perlu terus diperkuat.

Diskusi jurnalistik tersebut juga menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Hendra Gunawan selaku Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Cimahi, Asep Maryadi selaku Ketua Kadin Kota Cimahi, Deny J. Mucharam selaku Ketua Peradin BPC Tasikmalaya, serta Achmad Syafei selaku Ketua AJMII. Melalui forum ini, para peserta berdiskusi mengenai pentingnya menjaga independensi pers, memperkuat kualitas informasi publik, serta membangun kolaborasi lintas sektor untuk mendukung demokrasi yang semakin matang dan partisipatif di Kota Cimahi.***

Penulis: Gunawan Kusmantoro

Foto: Putra Idamba

Editor: Akhmad Yasin Nugraha

Tag
Bawaslu Kota Cimahi, Akhmad Yasin Nugraha, AJMII, kolaborasi, media, non tahapan, Pemilu