Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Ajak Mahasiswa Ilmu Politik Kawal Integritas Pemilu 2029

HERWIN MALONDA ILMU POLITIK

Anggota Bawaslu Herwyn JH Malonda  foto bersama usai diskusi dengan Mahasiswa Ilmu Politik Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya di Gedung Bawaslu, Jakarta, Selasa (13/1/2026).

Jakarta - Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Herwyn JH Malonda mengajak mahasiswa Ilmu Politik untuk berperan aktif dalam mengawal integritas Pemilu 2029. Menurutnya, keterlibatan generasi muda menjadi sangat penting, terutama dalam menghadapi tantangan politik uang, polarisasi politik, serta maraknya disinformasi digital yang kerap menyasar kalangan anak muda.

Herwyn menegaskan bahwa tantangan utama Pemilu 2029 bagi generasi muda adalah menjaga integritas demokrasi. Ia menekankan bahwa demokrasi yang sehat tidak hanya berorientasi pada pemenuhan prosedur, tetapi juga harus menjunjung nilai keadilan, kejujuran, dan integritas secara substansial.

“Karena itu, Bawaslu mengedepankan pendekatan edukatif untuk membangun pemahaman masyarakat, bukan semata-mata penindakan. Selain itu, pendekatan partisipatif dengan melibatkan masyarakat dan mahasiswa, serta reflektif dengan belajar dari praktik dan kesalahan sebelumnya, menjadi kunci penguatan pengawasan pemilu,” ujar Herwyn saat berdialog dengan Mahasiswa Ilmu Politik Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya di Gedung Bawaslu, Jakarta, Selasa (13/1/2026).

Ia juga menyampaikan bahwa Bawaslu sangat terbuka untuk menjalin diskusi dan kolaborasi dengan perguruan tinggi dalam isu-isu kepemiluan dan demokrasi. Menurutnya, sinergi dengan kampus merupakan langkah strategis untuk memperkaya perspektif Bawaslu melalui masukan dari kalangan akademisi dan mahasiswa.

“Mahasiswa Ilmu Politik adalah arsitek masa depan demokrasi. Pemilu yang berintegritas hanya dapat terwujud dari masyarakat yang sadar, kritis, dan memiliki komitmen untuk menjaga demokrasi,” tambahnya.

Dalam forum tersebut, mahasiswa terlibat aktif dalam diskusi mengenai penguatan peran mahasiswa dan masyarakat sipil sebagai pengawas partisipatif. Para mahasiswa berharap pengawasan pemilu ke depan dapat menjadi kerja kolektif seluruh elemen bangsa.

Sebagai informasi, kegiatan tersebut turut dihadiri Deputi Bidang Administrasi Bawaslu La Bayoni, Kepala Puslitbangdiklat Bawaslu Roy Maryuna Siagian, serta Kepala Biro Fasilitasi Pengawasan Pemilu Eliazar Barus.***

Penulis: Gunawan Kusmantoro

Foto: Dok. Bawaslu RI

Sumber: Bawaslu RI

Tag
Bawaslu, Herwyn Jh Malonda, Unair, politik uang, polarisasi politik, disinformasi digital, integritas pemilu