Bagja Ajak Mahasiswa Kritis Kawal Demokrasi dan Penyelenggaraan Pemilu
|
Jakarta - Ketua Bawaslu Rahmat Bagja mengajak mahasiswa untuk terus bersikap kritis terhadap penyelenggaraan Pemilu dan perkembangan demokrasi di Indonesia. Menurutnya, kritik mahasiswa menjadi bagian penting dalam mengawal sekaligus menjaga kualitas demokrasi. Menurutnya, audiensi tersebut dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan pandangan, masukan, maupun kritik terhadap Bawaslu sebagai lembaga penyelenggara Pemilu.
“Silakan kritik sekeras-kerasnya,” kata Bagja saat memberikan sambutan pada audiensi Lembaga Eksekutif Mahasiswa (LEM) Universitas Islam Indonesia (UII) di Gedung Bawaslu, Kamis (24/9/2026).
Bagja mengatakan Bawaslu terbuka terhadap kritik karena lembaga tersebut merupakan bagian dari penyelenggara Pemilu yang bekerja untuk kepentingan demokrasi. Menurutnya, Bawaslu juga terus menyediakan ruang diskusi untuk membahas sekaligus mengkritisi berbagai hal terkait penyelenggaraan Pemilu dan kinerja lembaga.
Bagja menilai sikap kritis mahasiswa diperlukan untuk turut memperhatikan arah perkembangan demokrasi di Indonesia. Karena itu, dia mendorong mahasiswa tidak hanya memberikan kritik terhadap kondisi demokrasi saat ini, tetapi juga ikut memikirkan arah demokrasi Indonesia ke depan.
“Kami mendorong teman-teman untuk selalu mengkritisi ke depan kita mau jadi apa sih? Demokrasi kita turun atau tidak?” ujarnya.
Lebih lanjut, Bagja menyampaikan Bawaslu memiliki tugas melakukan pemberdayaan masyarakat, termasuk kalangan mahasiswa. Keterlibatan mahasiswa, kata dia, merupakan bagian dari upaya membangun kesadaran masyarakat untuk turut mengawal kehidupan demokrasi.
“Tugas kami saat ini adalah melakukan pemberdayaan teman-teman masyarakat dan juga mahasiswa,” tuturnya.
Menurut Bagja, di luar tahapan Pemilu, Bawaslu memiliki ruang yang lebih luas untuk menerima audiensi dan berdiskusi dengan berbagai kelompok masyarakat. Ruang tersebut menjadi kesempatan bagi Bawaslu untuk membangun komunikasi sekaligus mendengarkan pandangan masyarakat mengenai kepemiluan dan demokrasi.
Dia berharap mahasiswa dapat terus mengambil peran dalam mengawal demokrasi melalui sikap kritis dan partisipasi yang konstruktif. Bagja menegaskan, pembangunan demokrasi tidak hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara Pemilu, tetapi membutuhkan keterlibatan berbagai elemen masyarakat, termasuk mahasiswa.***
Penulis: Gunawan Kusmantoro
Foto: Dok. Bawaslu RI
Sumber: Bawaslu RI