Puadi Ajak Mahasiswa Dukung Transformasi Digital Bawaslu untuk Perkuat Demokrasi Transparan
|
Jakarta - Anggota Bawaslu Puadi menegaskan pentingnya transformasi digital di lingkungan Bawaslu melalui kolaborasi dengan kalangan mahasiswa. Menurutnya, mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen literasi digital yang dapat membantu memperkuat kualitas demokrasi sekaligus mendukung adaptasi Bawaslu terhadap perkembangan teknologi.
“Bawaslu perlu melakukan transformasi digital, maka kami menggandeng para mahasiswa karena mereka punya peran sebagai agen literasi digital,” ujar Puadi saat membuka kegiatan Bawaslu Campus Connect bertema “Generasi Digital, Demokrasi Transparan” di Universitas Jayabaya, Selasa (4/8/2026)..
Ia menjelaskan bahwa tema “Generasi Digital, Demokrasi Transparan” sangat relevan dengan perkembangan demokrasi di Indonesia. Menurutnya, kemajuan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat memperoleh informasi, berinteraksi, hingga berpartisipasi dalam proses demokrasi dan kepemiluan.
Puadi menilai perkembangan teknologi menghadirkan peluang sekaligus tantangan bagi demokrasi. Di satu sisi, teknologi mampu memperluas partisipasi publik dan meningkatkan transparansi penyelenggaraan pemilu. Namun di sisi lain, ruang digital juga menjadi sarana penyebaran informasi yang tidak benar atau hoaks yang berpotensi memengaruhi kualitas demokrasi.
“Di satu sisi, teknologi memperluas partisipasi publik serta meningkatkan transparansi pemilu. Di sisi lain, teknologi juga menjadi medium penyebaran hoaks yang dapat memengaruhi kualitas demokrasi,” katanya.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Bawaslu terus melakukan transformasi kelembagaan melalui pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. Berbagai sistem informasi terintegrasi telah dikembangkan guna mendukung pelaksanaan tugas pencegahan, pengawasan, penanganan pelanggaran, hingga penyelesaian sengketa proses pemilu.
Selain itu, Bawaslu juga memperkuat regulasi di bidang digital, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mengoptimalkan pemanfaatan artificial intelligence (AI) dalam mendukung pelaksanaan tugas pengawasan pemilu.
Puadi menekankan bahwa upaya transformasi digital tidak dapat dilakukan Bawaslu secara sendiri. Karena itu, ia mengajak mahasiswa untuk berkolaborasi dalam mengembangkan pemantauan aktivitas kepemiluan di ruang siber serta memperkuat ekosistem demokrasi digital yang sehat.
“Kami tidak bisa sendiri, kami butuh kolaborasi dengan mahasiswa. Kondisi tersebut menuntut seluruh pemangku kepentingan, termasuk Bawaslu, untuk terus beradaptasi dalam mengawal demokrasi,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Puadi berharap kegiatan Bawaslu Campus Connect tidak hanya menjadi forum sosialisasi, tetapi berkembang menjadi ruang kolaborasi berkelanjutan antara Bawaslu dan dunia akademik. Kolaborasi tersebut dapat diwujudkan melalui dialog, riset, pertukaran gagasan, hingga pengembangan inovasi yang mendukung penguatan pengawasan pemilu dan demokrasi di Indonesia.
Ia juga mengajak seluruh peserta untuk terus meningkatkan literasi digital serta menjaga semangat kolaborasi dalam mengawal demokrasi yang transparan, partisipatif, dan berintegritas.***
Penulis: Gunawan Kusmantoro
Foto: Bawaslu RI
Sumber: Bawaslu RI