Lolly Suhenty: Kerja Sama Bawaslu–Dukcapil Jadi Langkah Strategis Tingkatkan Akurasi Data Pemilih Menuju Pemilu 2029
|
Jakarta - Anggota Bawaslu Lolly Suhenty mengapresiasi penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Bawaslu dan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri terkait pemberian hak akses dan pemanfaatan data kependudukan. Menurutnya, kerja sama tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat akurasi data pemilih sekaligus mendukung pengawasan pemilu yang lebih efektif menjelang Pemilu 2029.
Lolly menuturkan, Bawaslu membutuhkan data kependudukan yang valid dan teruji sebagai dasar dalam menjalankan fungsi pengawasan. Melalui akses data yang diberikan Dukcapil melalui layanan web service, web portal, maupun mekanisme pengecekan digital lainnya, Bawaslu akan memiliki instrumen yang lebih kuat untuk melakukan verifikasi dan validasi data pemilih.
“Secara kerja pengawasan ini sangat membantu dan sangat memudahkan. Ini pintu masuk bagi Bawaslu untuk bisa memverifikasi data yang dikelola oleh KPU supaya akurasinya tidak dipertanyakan orang,” ujar Lolly saat memberikan sambutan dalam kegiatan penandatanganan PKS Bawaslu dan Dukcapil di Jakarta, Jumat (31/7/2026).
Menurutnya, kualitas data pemilih menjadi salah satu aspek yang kerap mendapat sorotan publik dalam setiap penyelenggaraan pemilu. Tidak jarang Daftar Pemilih Tetap (DPT) masih dipersepsikan sebagai “Daftar Permasalahan Tetap” karena adanya berbagai temuan ketidakakuratan data yang berulang dari pemilu ke pemilu.
Karena itu, Lolly memandang kerja sama antara Bawaslu dan Dukcapil sebagai salah satu upaya konkret untuk menjawab keraguan publik terhadap kualitas data pemilih. Dengan dukungan akses data kependudukan yang lebih luas dan mekanisme verifikasi yang lebih cepat, proses pengawasan terhadap penyusunan daftar pemilih diharapkan menjadi semakin optimal.
“Bagi Bawaslu, dengan kerja sama yang dilakukan semacam ini, dengan tim yang sinkron, chemistrynya dapat, komunikasinya cair. Mudah-mudahan yang akan datang daftar pemilih di kita itu clear, akurat,” katanya.
Lolly menegaskan bahwa data bukan sekadar kumpulan angka dan informasi administratif. Lebih dari itu, kualitas data memiliki keterkaitan langsung dengan profesionalitas penyelenggara pemilu dan tingkat kepercayaan publik terhadap proses demokrasi.
Menurutnya, akses terhadap data kependudukan akan memperkuat alat bukti yang dimiliki Bawaslu ketika menemukan dugaan ketidaksesuaian data pemilih. Dengan demikian, hasil pengawasan dapat ditindaklanjuti secara lebih cepat dan akurat.
“Begitu data Bawaslu ada alat buktinya maka dia bisa langsung ditindaklanjuti, itu kita kawal sama-sama. Harapannya PKS ini bisa diikuti jajaran Bawaslu di daerah dengan Dukcapil di daerah masing-masing,” harap Lolly.
Ia berharap sinergi yang telah dibangun di tingkat pusat dapat ditindaklanjuti oleh jajaran Bawaslu dan Dukcapil di daerah. Dengan kolaborasi yang kuat hingga tingkat daerah, pengawasan pemutakhiran data pemilih dapat berjalan lebih efektif sehingga menghasilkan daftar pemilih yang akurat, mutakhir, dan dapat dipercaya oleh masyarakat menjelang Pemilu dan Pemilihan Tahun 2029.***
Penulis: Gunawan Kusmantoro
Foto: Bawaslu RI
Sumber: Bawaslu RI