HUT Bawaslu Jabar Usung Tema 12 Taun Satia Ngawasan Ngabdi Ka Nagara, Apa Makna Filosofinya?
|
Cimahi, Jawa Barat - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Jabar akan merayakan hari ulang tahunnya yang ke-12 pada Kamis, 26 Juni 2025.
Pada HUT ke-12 ini, Bawaslu Jabar mengusung tema “12 Taun Satia Ngawasan, Ngabdi Ka Nagara.”
Tema tersebut berasal dari bahasa Sunda dan memiliki makna yang mendalam yang mencerminkan pengawas Pemilu mempunyai integritas dan pengabdian dalam menjaga demokrasi di Indonesia khususnya di Tanah Pasundan.
Lalu, apa makna filosofi dari tema tersebut?
Satia Ngawasan
Satia berarti setia, teguh dan tidak goyah dalam prinsip. Ngawasan berarti mengawasi atau melakukan pengawasan.
Makna dari Satia Ngawasan yakni mencerminkan tekad Bawaslu untuk setia dalam melakukan pengawasan terhadap seluruh proses Pemilu, dengan jujur, adil, dan tanpa kompromi terhadap kecurangan.
Ini adalah komitmen moral dan profesional untuk mengawasi jalannya demokrasi secara konsisten.
Ngabdi Ka Nagara
Ngabdi dalam Bahasa Sunda berarti mengabdi atau berbakti. Ka Nagara berarti kepada negara.
Ngabdi Ka Nagara mengandung makna bahwa semua tugas dan fungsi yang dijalankan oleh Bawaslu dilakukan sebagai bentuk pengabdian ke negara dan rakyat Indonesia, bukan untuk kepentingan pribadi, kelompok, atau golongan.
Filosofi Keseluruhan
Secara keseluruhan, filosofi ini menegaskan bahwa pengawasan Pemilu bukan sekadar tugas administratif tetapi merupakan bentuk pengabdian luhur kepada bangsa demi tegaknya demokrasi yang jujur, adil, dan bermartabat. Bawaslu dituntut untuk menjaga integritas, obyektivitas, dan keberanian dalam menegakkan aturan.***
Penulis: Gunawan Kusmantoro
Foto: Bawaslu Jabar
Sumber: Bawaslu Jabar
Editor: Akhmad Yasin Nugraha