Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Kenalkan Pendidikan Demokrasi kepada Calon Pemilih Pemula

BAWASLU SMA

Bawaslu saat menerima kunjungan siswa SMP Negeri 32 Kota Bekasi terkait dengan pengenalan pendidikan demokrasi, di Jakarta, Senin (21/9/2026).

Jakarta - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) mengenalkan pendidikan demokrasi dan pengawasan pemilu kepada siswa SMP Negeri 32 Kota Bekasi melalui kunjungan edukatif ke Kantor Bawaslu. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun karakter calon pemilih yang cerdas, kritis, dan berintegritas sejak dini sebagai bekal menghadapi Pemilu 2029.

Deputi Bidang Dukungan Teknis Bawaslu Yusti Erlina mengapresiasi inisiatif pihak sekolah yang membawa para siswa untuk mengenal secara langsung proses penyelenggaraan dan pengawasan pemilu. Menurutnya, pembelajaran demokrasi dan politik dapat menjadi pengalaman yang menarik sekaligus memberikan pemahaman kepada siswa mengenai peran mereka sebagai generasi penerus demokrasi.

Yusti menjelaskan, sebagian siswa yang saat ini duduk di bangku SMP akan menjadi pemilih pemula pada Pemilu 2029. Karena itu, pemahaman mengenai demokrasi, pemilu, serta pentingnya menjadi pemilih yang kritis perlu dibangun sejak sekarang.

“Kita harus memiliki karakter pemilih yang cerdas dan kritis. Penyelenggaraan pemilu ke depan yang semakin baik sangat tergantung pada karakter pemilihnya, maka harus siap untuk menangkis godaan-godaan maupun praktik kecurangan seperti politik uang,” ujar Yusti di hadapan para siswa di Ruang Sidang Bawaslu, Jakarta, Senin (21/9/2026).

Selain pemahaman mengenai pemilu, Yusti mendorong para siswa untuk membiasakan diri berpikir kritis dalam menyikapi berbagai persoalan ketatanegaraan. Kemampuan memilah informasi juga dinilai penting, terutama di tengah derasnya arus informasi melalui media sosial.

Menurutnya, siswa perlu membangun kebiasaan untuk memeriksa sumber dan kebenaran informasi sebelum mempercayai maupun menyebarkannya. Sikap kritis tersebut diharapkan menjadi bekal ketika mereka nantinya menggunakan hak pilih dalam pemilu.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 32 Kota Bekasi Dewi Nuri Nurjanah mengapresiasi kesempatan yang diberikan Bawaslu kepada para siswa untuk belajar secara langsung mengenai demokrasi dan penyelenggaraan pemilu.

Menurut Dewi, kunjungan tersebut memberikan pengalaman yang melengkapi pembelajaran mengenai kenegaraan dan pemerintahan yang selama ini diperoleh siswa di sekolah.

“Kedatangan kami di sini merupakan sebuah proses pembelajaran yang mendalam, menghubungkan dan mengintegrasikan teori tentang kenegaraan dan pemerintahan yang dipelajari di sekolah dengan melihat langsung laboratorium sosial, yaitu di Bawaslu,” ungkap Dewi.***

Penulis: Gunawan Kusmantoro

Foto: Dok. Bawaslu RI

Sumber: Bawaslu RI

Tag
Bawaslu, Yusti Erlina, demokrasi, pemilih pemula, SMPN 32 Kota Bekasi, pemilu