Puadi Tegaskan Bawaslu Harus Kuat dan Berwibawa untuk Jaga Integritas Demokrasi
|
Jambi - Anggota Bawaslu RI, Puadi, menegaskan pentingnya penguatan kelembagaan Bawaslu sebagai penjaga integritas demokrasi di Indonesia. Menurutnya, Bawaslu tidak hanya hadir sebagai pengawas pemilu, tetapi juga berperan sebagai penjaga keadilan demokrasi.
“Kalau wasitnya (Bawaslu) tidak dipercaya, maka pertandingannya akan rusak. Itulah sebabnya Bawaslu harus kuat dan berwibawa,” tegas Puadi saat membuka kegiatan Penguatan Kelembagaan Bawaslu Provinsi Jambi di Jambi, Jumat (12/9/2025).
Puadi menilai tantangan demokrasi ke depan semakin kompleks. Ia menyebut politik uang, netralitas aparatur sipil negara (ASN), maraknya disinformasi dan hoaks di era digital, hingga rendahnya partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu sebagai masalah serius yang harus segera diatasi.
“Semua itu adalah bentuk defisit demokrasi yang harus kita (Bawaslu) jawab dengan pengawasan yang lebih inovatif,” ujarnya.
Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran serta Data dan Informasi Bawaslu RI ini menambahkan, langkah strategis yang perlu diperkuat mencakup peningkatan kapasitas pengawas pemilu yang profesional dan berintegritas. Selain itu, sinergi dengan masyarakat sipil, perguruan tinggi, media, dan aparat penegak hukum juga dinilai penting untuk memperkuat fungsi pengawasan.
“Transformasi digital dalam pengawasan dan pendidikan politik masyarakat menjadi kunci agar demokrasi tidak hanya sebatas memilih, tetapi juga menjaga keadilan pemilu,” jelas Puadi.
Dalam kesempatan lain pada forum serupa yang digelar Bawaslu Kota Jambi, Puadi kembali menegaskan visi Bawaslu ke depan sebagai lembaga modern, partisipatif, dan terpercaya. Menurutnya, demokrasi yang sehat hanya dapat lahir apabila ada pengawas yang berani melawan segala bentuk kecurangan.
“Demokrasi bukan hadiah, melainkan hasil kerja bersama. Bawaslu hadir sebagai pengawal, tetapi rakyatlah pemilik kedaulatan,” tutur alumnus Program Doktoral Ilmu Politik Universitas Nasional ini.
Puadi pun mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga marwah demokrasi.
“Kualitas demokrasi diukur bukan hanya dari siapa yang menang, tetapi dari seberapa adil proses yang kita jalani,” pungkasnya.***
Penulis: Gunawan Kusmantoro
Foto: Bawaslu RI
Sumber: Bawaslu RI