Bawaslu Siapkan Hackathon 1.0: Dorong Inovasi Digital untuk Pengawasan Pemilu yang Transparan dan Partisipatif
|
Jakarta - Bawaslu RI tengah mempersiapkan Hackathon 1.0, sebuah ajang kompetisi teknologi yang bertujuan mendorong inovasi digital dalam pengawasan pemilu.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis Bawaslu dalam menghadapi tantangan pengawasan di era digital sekaligus membuka ruang partisipasi masyarakat, terutama generasi muda dan pelaku teknologi, untuk memperkuat demokrasi elektoral di Indonesia.
Anggota Bawaslu Puadi menegaskan bahwa Bawaslu Hackathon 1.0 bukan sekadar lomba teknologi, melainkan wadah kolaboratif bagi masyarakat untuk berperan aktif dalam memperkuat pengawasan pemilu melalui ide dan karya inovatif.
“Kita (Bawaslu) ingin membuka ruang bagi masyarakat, mahasiswa, dan perusahaan rintisan (start-up) untuk berinovasi membangun pengawasan pemilu yang lebih transparan, akuntabel, dan partisipatif,” ujar Puadi saat membuka Focus Group Discussion (FGD) Perencanaan Kegiatan Kompetisi Bawaslu Hackathon 1.0 di Jakarta, Selasa (7/10/2025).
Menurut Puadi, partisipasi masyarakat dalam Bawaslu Hackathon 1.0 akan memperkaya ide serta memperkuat kolaborasi antara Bawaslu dan publik. Melalui pemanfaatan teknologi, hasil inovasi diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi proses pengawasan di lapangan.
“Hasil Bawaslu Hackathon nanti harus bisa digunakan oleh masyarakat dan jajaran pengawas untuk mempermudah kerja pengawasan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Bawaslu Hackathon 1.0 akan menjadi ruang kolaborasi dan inovasi untuk merancang aplikasi, sistem, atau perangkat analitik yang membantu mendeteksi serta mencegah potensi pelanggaran pemilu secara cepat, efisien, dan transparan. Kompetisi ini juga menjadi sarana edukasi politik digital sekaligus penguatan ekosistem demokrasi digital di Indonesia.
Dalam forum tersebut, Puadi menekankan pentingnya perencanaan yang matang dan sinergi lintas divisi. Divisi Pengawasan akan menentukan isu utama pengawasan, Divisi Hukum memastikan kepatuhan terhadap regulasi, sementara Pusdatin Bawaslu mendukung dari sisi pengembangan teknologi dan sistem digital.
Ia menambahkan, pelaksanaan Hackathon ini menjadi bukti bahwa Bawaslu siap beradaptasi dengan perkembangan zaman dan memanfaatkan teknologi untuk menjaga integritas demokrasi.
“Bawaslu harus hadir di tengah masyarakat dengan solusi digital yang nyata, mudah digunakan, dan berdampak langsung,” pungkasnya.
FGD Perencanaan Kegiatan Kompetisi Bawaslu Hackathon 1.0 ini menjadi langkah awal penyusunan pedoman pelaksanaan Hackathon 1.0, yang dijadwalkan berlangsung pada Tahun Anggaran 2025.***
Penulis: Gunawan Kusmantoro
Foto: Dok. Bawaslu RI
Sumber: Bawaslu RI