Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Jabar akan Gelar Kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Secara Daring se-Jabar

P2P JABAR DARING

Bawaslu Jabar gelar rapat koordinasi dengan Bawaslu Kabupaten/Kota dalam rangka persiapan program Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) daring tahun 2025 se-Jawa Barat, Selasa (14/10/2025).

Cimahi, Jawa Barat – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Jawa Barat akan menyelenggarakan program Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) secara daring untuk pertama kalinya.

Kegiatan ini dirancang untuk menjangkau calon-calon kader pengawas dari berbagai wilayah di Jawa Barat, memastikan partisipasi yang lebih luas dalam mengawal proses demokrasi. Program P2P daring ini dijadwalkan akan berlangsung selama tiga bulan, mulai Oktober hingga Desember 2025.

Koordinator Divisi Partisipasi Masyarakat Bawaslu Jawa Barat, Nuryamah, mengungkapkan bahwa P2P daring merupakan inisiatif strategis untuk menghadapi tantangan geografis dan logistik.

"Melalui platform daring, kami berharap dapat mencetak lebih banyak kader pengawas partisipatif dari seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat. Ini adalah komitmen kami untuk memastikan bahwa pengawasan pemilu tidak hanya menjadi tugas Bawaslu, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama seluruh lapisan masyarakat," ujar Nuryamah saat rapar koordinasi secara daring dengan Bawaslu Kabupaten/Kota se-Jabar, Selasa (14/10/2025).

Nuryamah menambahkan, kick off kegiatan P2P daring ini akan dilaksanakan secara serentak pada 23 Oktober 2025. Menurutnya, kegiatan ini akan diisi dengan serangkaian materi komprehensif yang dirancang untuk membekali para peserta dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk pengawasan pemilu.

Rangkaian kegiatan P2P daring ini mencakup berbagai metode pembelajaran yang interaktif dan modern. Peserta akan memulai dengan pre-test untuk mengukur pemahaman awal, kemudian melanjutkan dengan pembelajaran melalui modul yang sistematis.

Selain itu, pembelajaran akan diperkaya dengan konten audio visual yang menarik dan mudah dipahami, membuat materi yang kompleks menjadi lebih sederhana.

Lebih lanjut, para peserta juga akan diajak untuk menyusun rencana tindak lanjut (RTL).

"RTL ini penting, karena kami tidak hanya ingin peserta paham secara teori, tetapi juga mampu menerapkannya di lapangan. Mereka akan merancang aksi nyata yang dapat dilakukan di komunitas masing-masing untuk meningkatkan kesadaran pengawasan," jelas Nuryamah.

Di akhir program, para peserta akan mengikuti post-test untuk mengevaluasi pemahaman mereka.

“Kami berharap para calon kader dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan ini dengan serius, karena partisipasi aktif masyarakat adalah kunci keberhasilan pemilu yang jujur dan adil,” tutup Nuryamah.

Dengan adanya program P2P daring ini, Bawaslu Jabar berupaya menciptakan generasi baru pengawas pemilu yang melek teknologi, tanggap, dan siap berkontribusi secara signifikan dalam menjaga integritas pemilu di masa depan.***
 

Penulis: Gunawan Kusmantoro

Foto: Arthur Rachman

Editor: Akhmad Yasin Nugraha

Tag
Bawaslu Jabar, Nuryamah, P2P, daring, kick off, pre test, post test, modul, audio visual